Fans K-pop indonesia
Kamis, 06 Maret 2014
“A
SHORT STORY ABOUT FANGIRL :’)”
Chingu-deul, baca ini.
Sebuah Fan Trur Story atau FTS buatan aku sendiri. Yang merasa seorang fangirl,
wajib membacanya... baca dengan tempo lambat dan cerna kata-katanya hingga
benar-benar meresap dalam-dalam kehati kalian. Aku harap kalian bisa
memahami... arti dalam dari satu kata itu ‘FANGIRL’ :’)
Tittle FTS : A Short
Story About Fan Girl
Author : Jihan Kusuma
-ooooo-
Sincerity of a fangirl
Oppa, I love you. I looked your picture everyday, like
your name imprinted permanently into my head. But you don’t know it all… :’)
Oppa, tidakkah kau tahu? Kau orang pertama yang
kuingat ketika aku membuka mata di pagi hari dan orang terakhir yang ingin kulihat sebelum aku menutup
mata untuk tidur. Aku berharap kau ada disampingku dengan senyumanmu
itu. Aku selalu membayangkan itu sambil memperhatikan fotomu.
Dear bias,
Tidak tahukah dirimu?
Ketika aku memimpikan sesuatu tentang dirimu dimalam hari aku sama sekali tidak
berniat terbangun dari mimpi itu. Aku seakan-akan berniat untuk membisiki sang
matahari agar tidak muncul keatas bumi untuk satu hari saja demi waktu kita,
demi waktuku ketika kita bersama. Dan aku ingin berkata kepada ibuku untuk
tidak membangunkanku dari dunia terindahku ini. Seolah aku ingin tidur
selamanya... let me asleep forever... :’)
Oppa, ketika aku duduk diranjang dan bersandar di
dinding kamar aku selalu berharap kaulah orang yang juga bersandar dibalik
dinding yang sama itu. Aku menganggap kau dekat dan ada disampingku setiap saat.
Dan ketika aku mendapati
konsermu di negaraku, aku sangat bersemangat dan ingin sekali melihatmu secara
langsung walau dari kejauhan. Aku ingin memanggil namamu dan mengalami kontak
mata secara langsung denganmu. Tetapi mengapa bahkan itu sangat tidak mungkin
bagiku. Uang, izin dari orang tua, waktu, itu semua menghalangiku untuk
melangkah mendekat padamu. Dan karena itulah, aku sempat berharap agar kau
tidak perlu datang kemari supaya hatiku tak terluka karenamu.
I wish you were here… Aku ingin kau menyanyikan sebuah lagu khusus untukku.
Tapi apalah daya, aku harus menelan air mataku
sendiri. Dan diakhiri dengan senyuman pahit usai kusadari bila aku ini hanya
sesosok fan girl dengan tangan pendek yang mustahil untuk meraihmu.
Apapun tentang dirimu dengan mudahnya merasuki kepalaku.
Kau ada dimana-mana. Disini, disana, diatas awan,
dibalik sinar bulan, dihatiku…
Namamu bagai tercetak secara permanen dalam otakku.
Ya, sebuah ruang memori kecil dalam otakku yang disitu penuh akan dirimu.
And I remember all those crazy things I did
Aku menggila, memperebutkan namamu diantara fangirl
lain seolah aku ini fans
nomor satu, dan seakan-akan kau benar-benar diantara kami.
Menyakitkan. Kami telah gila.
Aku seolah tidak peduli atas apa yang selama ini
mejadi pagar diantara kita. Aku tidak peduli akan usia kita yang terlalu jauh
untuk bersama. Usia hanya angka. Usia
hanya perbedaan kapan kita terlahir didunia ini. Tapi kenapa? Aku terus
membayangkan kebersamaan kita.
I think, people will laugh if listen fangirl’s
explain. Too crazy, imposible imagine. Dream high.
I love you
I want you
I kissed your photo
I usually cry because of you
But, you don’t know it all…
Haha, its hurt!
Really hurt! :’)
Kau tidak tahu bila aku yang disini mencintaimu dan
menangis untukmu.
Oppa, tidakkah kau membayangkah betapa sakitnya
mencintai seseorang yang berada teramat jauh darimu. Kau memimpikan orang itu.
Kau menggumamkan namanya walau dalam tidurmu. Dan kau ingin mengatakan cinta
padanya, hanya sekedar menyatakan ‘aku cinta kamu’ namun bahkan hal sekecil
itupun tidak mampu dilakukan.
Ketika kau dekat degan
seorang idol lain, tidak tahukah kau sebesar apa rasa cemburuku? Tidak tahukan
kau separah apa retakan dalam dadaku ketika melihatmu dengannya? Luka itu
bahkan belum menghilang hingga sekarang. Rasa khawatirku membesar ketika kau
semakin sukses. Takut bila kau dekat dengan yang lainnya...
Karena itulah, pada
suatu hari aku berdoa agar aku terlepas dari tubuh’ku’. Aku berharap bertukar
tubuh dengan seorang idol di Korea sana. Idol yang mungkin bisa dekat denganmu
dan kita bisa memulai sebuah hubungan. :’)
Ketika ada seorang teman
yang bertanya kepadaku. “Siapa pacarmu itu? Bukankah kau tidak punya pacar?”
aku hanya akan tersenyum padanya lalu berucap “Aku memiliki pacar, tetapi dia
tidak sedang disini. Dia ada di Korea Selatan.”
Kaulah yang membuatku
sulit mencintai yang lainnya. Sangat sulit bagiku untuk cinta kepada laki-laki
lain seolah rasa dalam hatiku ini sudah mati rasa dan hanya dipenuhi oleh
namamu, namamu, dan namamu seorang. Aku terlalu mencintaimu.
Karena aku tahu,
berpacaran berarti sama dengan memisahkan diri dari dunia yang begitu kucintai
ini. Dunia Fangirl. Tempat dimana para fan girl alias gadis pemimpi
bersama-sama dan bergandengan tangan dalam sebuah fandom yang akan selalu
mereka banggakan. Kami para fangirl selalu bersama, membagi kasih sayang,
membagi rasa, tertawa bersama, bersedih bersama, dan terkadang menangis
bersama, itu semua membuatku tidak ingin pergi meninggalkan jati diriku sebagai
fangirl. Dan (lagi) karena itulah aku selalu menginginkan untuk selamanya
berusia 13, 14, 15, dimana usia-usia tersebut sangat nikmat untuk
ber-fangirl-ria. Lalu kami akan menjadi semakin sedih ketika harus bertambah
besar dan mendapat panggilan ‘Unnie’ dari siapapun seolah kitalah yang tertua
disini. Itu sangat menyedihkan... :”)
Sakit Oppa,
ini begitu sakit dan aku masih menahannya.
Aku selalu berusaha
mengerti bahasamu. Aku selalu ingin memahami apa saja yang kau nyanyikan. Tapi
tidak semudah itu. Kau bagaikan seseorang yang selalu bisa membuatku tertawa.
Dan ketika aku lelah ataupun sedih, lagu dan suaramulah yang selalu berhasil
melunturkan perasaan itu. Kau penenangku. Aku hanya mampu menangis dan
menyadari kehadiranmu disampingku hanya terjadi dalam mimpi semalam.
Hingga aku sadar betapa kuatnya hati ini. Hingga aku
sadar betapa tegarnya diriku. Aku terus mencintaimu walaupun telah mengalami
berkali-kali sakit hati.
Kekuatan hati seorang fangirl…
Langganan:
Komentar (Atom)

